VISI

Nun jauh disana di tengah padang di tepi sebuah sungai yang jernih ku lihat sangkar burung, jerujinya dibuat oleh tangan yang pawai. Di satu sudut sarang itu ada seekor burung pipit mati, di sudut lain sebuah bejana kering dan sebuah cawan kosong dari biji-bijian.

Aku berhenti, tercekam oleh keheningan, dari yang bersembunyi kembali terdengar, seolah-olah burung mati dan gemericik arus itu tersirat suatu peringatan yang ditujukan kepada hati nurani, menyampaikan makna untuk hati, mempertimbang-kan dengan hati-hati, aku sadari bahwa burung yang mati itu berada di sebelah  air yang mengalir. Rasa lapar telah membinasakannya, meskipun dia telah berada di tengah padang yang membuai kehidupan. Dia seperti orang kaya, terkunci di gudang hartanya, mati kelaparan dikelilingi emas.

Sejurus kemudian tiba-tiba sangkar itu berubah menjadi kerangka kering dari seorang manusia. Burung mati telah menjadi seorang manusia. Darah merah mengucur dari sebuah luka yang dalam. Pinggiran luka itu berbentuk sepertu bibir seorang perempuan malang.

Lalu ku dengar suara yang bangkit dari luka itu bersama-sama tetesan darah, “Akulah hati manusia, tawanan persoalan dan dibunuh oleh hukum manusia yang terbuat dari tanah liat. Di tengah padang yang indah, di tepi sumber kehidupan, aku terpenjara di dalam sangkar hukum ciptaan manusia yang mengikat perasaan. Dalam buaian benda-benda indah dari ciptaan, ditempatkan di hadapan cinta, aku mati tak terpelihara, karena buah dari benda-benda yang indah itu, akibat dari cinta itu, telarang untukku. Semua ingin memberiku kegembiraan dinyatakan memalukan dan semua yang aku inginkan mereka putuskan penghinaan.

Akulah hati manusia. Aku terpenjara dalam kegelapan undang-undang masyarakat, dan aku menjadi lemah. Aku tak terpelihara di sangkarku yang terbuat dari tanah liat.”

Setelah itu aku tak melihat dan mendengar suara apapun, karena aku kembali ke kenyataanku.

Karya: Kahlil Gibran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s